Hari sudah gelap ketika kami memasuki Phnom Penh. Setelah perjalanan panjang, perut saya cuma ingin segera tiba di penginapan, mandi, dan mencari semangkuk makanan berkuah yang hangat untuk perut yang dari siang hanya diisi roti, lays rasa babi panggang, susu UHT, dan air mineral. Jika berjalan tanpa kendala, harusnya, perjalanan Ho Chi Minh City – Phnom Penh ditempuh 7 jam saja. Tapi hari itu, kami mengawali pagi dengan drama bus jemputan rusak sehingga tiba di tujuan 7 jam lebih lambat a.k.a 14 jam berurusan dengan transportasi!
Tiga puluh menit jelang pool bus, saya iseng membuka aplikasi Grab yang otomatis sudah berubah tampilan ke versi Kamboja. Serupa waktu di Vietnam, tak perlu mengunduh aplikasi setempat karena begitu diakses di sana, sistemnya langsung menyesuaikan layanan yang tersedia di the Land of the Khmer. Girang banget menemukan ada tuk-tuk di situ!
Urusan transportasi ke penginapan terselesaikan. Dari penelurusan lokasi, jarak dari pool Giant Ibis di Street 106 ke Base Villa di Street 222 dapat ditempuh 10 menit dengan tuk-tuk. Aman donk. Read more of this post
No comments:
Post a Comment